26 Mar 2012

Sadar Bahwa Kita Diperingati

Oleh Saryelsyifa

"Innalillahi wa innalillahi raji'un..." Itulah yang terucap saat mendengar kabar duka bahwa Bapak Triyono, teman ayahku yang bisa dibilang cukup berjasa bagiku meninggal dunia. Beliau transplantasi ginjal dan karena satu dan lain hal dinyatakan gagal dan mengalami pendarahan berat. Menurut dokter yang ikut mengoperasinya yang waktu itu mengajar di kelasku, beliau meninggal akibat pendarahan hebat tersebut. Sungguh menyedihkan. Namun duka hanya boleh sampai 3 hari. Jangan berlarut-larut. Dan yang terpenting adalah bahwa kita yang masih hidup sadar bahwa kita sedang diperingati.

Pernah ada riwayat yang mengisahkan bahwa pada suatu waktu, malaikat maut mendatangi seorang nabi. Nabi tersebut meminta pada malaikat maut agar saat ajalnya akan tiba, ia diperingati terlebih dahulu sebelum malaikat maut mencabut nyawanya. Malaikatmautpun menyanggupi permintaan beliau. Waktu berlalu, dan malaikat maut kembali lagi untuk mencabut nyawa nabi.

"Bukankah engkau akan memperingati aku terlebih dahulu sebelum engkau mencabut nyawaku?" Tanya nabi terkejut dengan kedatangan malaikat maut yang tak diduga.

"Bukankah sudah aku peringati berkali-kali dengan kematian orang-orang disekitarmu? Tetangga-tetanggamu yang meninggal, sanak saudaramu yang meninggal, itu semua adalah peringatan bagimu, tapi engaku tidak menyadarinya.."

Teringatlah dengan sebuah buku yang disusun oleh teman-teman FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran) yang berjudul "Berkawan dengan malaikat maut". Dari judulnya saja kita bisa menarik kesimpulan bahwa profesi dokter sangat akrab dengan kematian. Artinya apa?Artinya seorang dokter sudah tak terhitung berapa kali ia diperingati tentang kematian. Dengan berbagai kematian orang lain yang kerap kali menghiasi harinya, sepatutnya seorang dokter sadar bahwa gilirannya pun akan tiba. Dan dengan peringatan yang kerap itu, sepatutnya seorang dokter menggambarkan sosok yang siap mati. Sosok yang begitu rindu akan berjumpa dengan Rabb-Nya. Sosok yang saat malaikat maut datang bukan berkata "Loh? Mengapa kamu datang sekarang?" bukan, bukan sosok yang seperti itu, tapi sosok yang saat malaikat maut datang ia berkata "Ah.. Akhirnya kamu datang juga.."

Terlepas dari profesi dokter, siapa pun kita sepatutnya menjadi sosok yang siap mati. Saat mendengar kabar duka hendaknya kita sadar bahwa giliran kita pun akan tiba. Entah sekarang, detik ini juga setelah membaca tulisan ini, atau nanti saat sudah beranjak dari depan laptop/komputer, atau bahkan tahun depan, atau sepuluh tahun lagi. Wallahu'alam. Itu adalah rahasia Allah Swt. Dan jangan sampai kematian itu datang saat ia mendapati kita tengah melakukan hal yang tidak berfaedah. Jadikan setiap detiknya ibadah sehingga saat kematian datang, kita meninggal dalam keadaan beribadah. Khusnul Khatimah.

Pelan dan lembut ruhnya tercabut, Meninggalkan jasad yang tengah bersujud.

Wallahu'alammubishawab.
Ini adalah awal dari posting saya.
dan ini adalah akhirnya.

0 komentar:

Posting Komentar